Model Pembelajaran Project Based Learning
A. Model Pembelajaran Project Based Learning
Bahasa
Indonesia merupakan Bahasa yang resmi untuk dipergunakan dalam berkomunikasi dalam
lingkungan yang formal, oleh karena itu Bahasa Indonesia sangat penting pada
suatu proses pembelajaran untuk menyampaikan ilmu pengetahuan. Pembelajaran Bahasa
Indonesia pada Sekolah Dasar (SD) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan
peserta didik agar mampu berkomunikasi secara efektif melalui lisan maupun
tulisan. Pada tingkat Sekolah Dasar salah satu keterampilan yang harus
dipelajari oleh peserta didik yaitu keterampilan menulis. Peserta didik yang
bisa menulis belum tentu memiliki kemampuan untuk terampil dalam menulis. Keterampilan
menulis diartikan sebagai kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan melalui
sebuah tulisan. Oleh sebab itu keterampilan menulis sangat diperlukan, melalui
keterampilan menulis peserta didik bisa menghasilkan karya dalam prestasi
belajarnya. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia peserta didik sering mengalami
kesulitan dalam membuat suatu keterampilan menulis seperti puisi, seperti sulitnya
mendapatkan ide (inspirasi), mengembangkan kalimat menjadi bait, terbatasnya kata-kata
yang dimiliki peserta didik serta kurangnya pemahaman tentang unsur-unsur puisi.
Untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan
dalam proses pembelajaran guru harus
pintar dalam memilih pendekatan atau model pembelajaran yang tepat. Salah satu
model pembelajaran yang bisa untuk diterapkan dalam sistem pembelajaran ini
adalah model pembelajaran Project based learning. Dengan model
pembelajaran Project based learning pesrta didik bisa berpikir untuk
membuat suatu proyek atau karya pada pembelajaran dan berperan aktif dalam
proses pembelajaran. Model pembelajaran Project based learning merupakan
proses pembelajaran yang menjadikan kegiatan proyek sebagai objek studi
sekaligus sarana belajar. Sebagai objek studi, dilakukan Ketika kegiatan proyek
dijadikan sumber pengetahuan dalam proses belajar. Pada tahapan proyek, dimulai
dari penentuan masalah, perencanaan, implementasi, monitoring, dan evaluasi,
serta identifikasi hasil yang telah tercapai dan rekomendasi untuk kegiatan
proyek berikutnya. Model pembelajaran ini menggunakan masalah sebagai Langkah awal
dalam mengumpulkan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman dalam aktivitas
secara langsung.
1. Model pembelajaran Project based learning memiliki Langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mengenali
masalah
Peserta
didik melakukan pengamatan terhadap objek tertentu. Berdasarkan hasil
pengamatannya peserta didik mengidentifikasi masalah serta membuat rumusan
masalah dalam bentuk pertanyaan.
2. Membuat
desain dan jadwal pelaksanaan proyek
Peserta
didik secara kolaboratif baik sesama anggota kelompok maupun kepada guru mulai
merancang proyek yang akan mereka kerjakan, membuat jadwal pengerjaan proyek dan
mempersiapkan hal lainnya.
3. Melaksanakan
penelitian
Peserta
didik melakukan kegiatan penelitian awal sebagai dasar untuk hasil yang akan
dikembangkan. Berdasarkan hasil tersebut peserta didik melakukan pengumpulan
data dan menganalisis data tersebut sesuai dengan Teknik analisis data yang
relevan dengan penelitian yang dilakukan.
4. Menyusun
draf/prototipe produk
Peserta
didik membuat produk awal sebagaimana rencana dan hasil penelitian yang
dilakukannya.
5. Mengukur,
menilai, dan memperbaiki produk
Peserta
didik melihat Kembali produk awal yang dibuat, mencari kelemahan dan memperbaiki
produk tersebut. Dalam praktiknya, kegiatan mengukur dan menilai produk dapat
dilakukan dengan meminta pendapat atau kritik dari anggota kelompom lain atau
dari guru.
6. Finalisasi
dan publikasi produk
Pesera
didik melakukan finalisasi produk, setelah diyakini sesuai dengan harapan,
produk kemudian dipublikasikan.
Kelebihan
model pembelajaran Project based learning sebagai berikut:
1. Meningkatkan
motivasi belajar peserta didik untuk belajar, mendorong kemampuan mereka untuk
melakukan pekerjaan penting dan mereka perlu untuk dihargai.
2. Meningkatkan
kemampuan pemecahan masalah
3. Membuat
pesrta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan permasalahan yang
kompleks
4. Mendorong
peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikan keterampilan komunikasi.
5. Meningkatkan
keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber.
6. Memberikan
pengalaman kepada peserta didik pelajaran dan praktik dalam mengelompokan
proyek dan membuat alokasi waktu dan sumber lainnya untuk menyelesaikan tugas.
7. Melibatkan
secara langsung peserta didik dalam mengambil informasi untuk menyelesaikan
tugas.
8. Membuat
suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik menikmati proses
pembelajaran
Kekurangan model pembelajaran Project based
learning sebagai berikut:
1. Memerlukan
banyak waktu dalam pnyelesaian masalah.
2. Memerlukan
biaya yang banyak untuk menghasilkan suatu produk.
3. Memerlukan
banyak peralatan yang harus disediakan
4. Peserta
didik yang memiliki kelemahan dalam percobaan dan pengumpulan informasi akan
mengalami kesulitan.
C. Penutup
Sebagaimana yang dikemukakan (Trianto, 2014:41) tentang model pembelajaran Project based learning adalah model kegiatan di kelas yang berbeda seperti umumnya. Kegiatan pembelajaran berbasis proyek dengan jangka waktu yang lama, disiplin, berpusat pada peserta didik dan terintegrasi pada masalah yang nyata. Selain itu, (Abidin, 2014) menambahkan salah satu dari keunggulan model pembelajaran Project based learning adalah salah satu model pembelajaran yang baik untuk mengembangkan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik termasuk keterampilan berpikir, keterampilan mengambil keputusan, kemampuan berkreativitas, kemampuan dalam pemecahan masalah sekaligus dinilai efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri dari peserta didik.
D. Daftar Rujukan
Abidin,
Yunus. (2014). Desain Sistem Pembelajaran Dalam Kontek Kurikulum 2013. Bandung:
PT Refika Aditama.
Edi
Cahyadi1, Yari Dwikurnaningsih2, Nurul Hidayati3.
Peningkatan hasil belajar tematik terpadu melalui model Project based
learning pada siswa sekolah dasar. Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi
Pendidikan, vol.2 No.1 (Januari) 2019.
Lia
Marlani1, Anggi Giri Prawiyogi1. PENERAPAN MODEL
PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS
PUISI DI SEKOLAH DASAR. Vol.2 No.1 31 Maret 2019.
Lubis,
M, A. (2020). Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta:
Kencana.
Trianto.
(2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-progresif. Jakarta: Kencana.
Komentar
Posting Komentar